|
Yosef Berty Fernandez, Anak Supir Truk Jadi Duta Besar |
|
|
|
|
Ditulis oleh Hans
|
|
Sunday, 20 June 2010 13:50 |
|
Oleh Boskoh Nambut PERUBAHAN musti dimulai dari diri sendiri. Josef Berty Fernandez telah melakukannya. Berasal dari keluarga sederhana – ayah seorang supir truk dan ibunya seorang ibu rumah tangga – dengan segala keterbatasan Berty memperjuangkan nasib mulai dari bawah hingga sekarang menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk tiga negara di Amerika Latin: Peru, Bolivia dan Ekuador. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Budi, Memandirikan Anak Tak Mampu |
|
|
|
|
Ditulis oleh Hans
|
|
Saturday, 24 April 2010 09:21 |
|
Oleh FRANS SARONG Profesi Budi Soehardi sehari-hari adalah sebagai pilot. Kariernya dimulai di maskapai penerbangan Garuda selama 13 tahun sejak 1976 setelah mengikuti pendidikan khusus di Australia. Sejak akhir 1989, dia pindah ke maskapai Korean Airlines, lalu menjadi pilot Singapore Airlines sejak Juli 1998 hingga sekarang. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
Perkawinan Adat Masyarakat Sikka di Provinsi NTT |
|
|
|
|
Ditulis oleh Hans
|
|
Thursday, 22 April 2010 22:09 |
|
Salah satu suku di pedalaman NTT terdapat peradaban suku Sikka, berikut ini tersaji upacara pernikahannya, sebagai bentuk kepedulian bangsa dalam melestarikan suku budaya dalam konteks perkawinan. Agar nilai nilai luhur budaya dapat diwariskan kepada generasi secara utuh. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 24 April 2010 10:43 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
Andreas Agas, Wakil Bupati Berjiwa Entrepreneur |
|
|
|
|
Ditulis oleh Hans
|
|
Wednesday, 03 February 2010 20:17 |
|
Sejak terpilih menjadi Wakil Bupati Manggarai Timur setahun silam, Andreas Agas, memiliki impian indah seputar Masa Depan daerah tempat dia dibesarkan itu. Hal itulah yang membuat sosok kalem, pintar dan mumpuni, ini, mengerti betul, apa saja yang harus dilakukannya dalam membangun Manggarai Timur demi kesejahteraan rakyatnya.
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 09 March 2010 20:56 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
Santoso dan Emping Jagung dari NTT |
|
|
|
|
Ditulis oleh Hans
|
|
Sunday, 31 January 2010 20:45 |
|
Oleh Kornelis Kewa Ama Samuel Santoso tampak begitu sibuk. Setiap hari, sejak jarum jam menunjukkan pukul 04.00 sampai pukul 22.30 waktu Indonesia tengah, ia terus bekerja di tempat kerjanya di Kupang, ibu kota Nusa Tenggara Timur. Daerah ini harus diangkat melalui kerja keras untuk mendayagunakan potensi sumber daya lokal yang ada.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 1 dari 2 |