| Taksasi Kerugian Bencana Rp 1 Miliar Lebih |
|
|
|
| Ditulis oleh Hans | |
| Sunday, 07 February 2010 12:18 | |
|
Laporan Plasidus Madi Ruteng, NTT Online - Bencana alam, seperti tanah longsor, banjir, dan angin kencang yang terjadi di Kabupaten Manggarai pertengahan bulan Janurai 2010 lalu telah merusakan rumah warga, sarana dan fasilitas umum lainnya itu mengakibatkan kerugian mencapai Rp 1 miliar lebih. Seperti disampaikan Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai, Angglus Angkat di Ruteng pekan lalu menyebutkan, taksasi kerugian yang telah dihitung sesuai dengan rekapan data bencana yang terjadi mencapai Rp 1 miliar lebih. Kerugian tersebut kata dia karena banyaknya kerusakan fasilitas umum dan milik warga seperti 34 empat rumah yang rusaj dan tersebar di beberapa Kecamatan di Manggarai. Kondisi kerusakan bervariasi mulai dari ringan, sedang, dan berat. “Fasilitas umum yang rusak seperti badan jalan turun di Bea Loli, Cibal, r ruang gedung SDI Lengor, 3 deker di Cibal, saluran irigasi Wae Decer dan Wae Lerong , tower RPD, dan jaringan internet. Untuk pribadi, umumnya rumah rusak dan tananam pertanian dan tanaman perdagangannya lainnya,” ujar Plt. Angglus Angkat. Disebutkan, untuk rumah warga, totalnya 34 unit milik 34 kepala keluarga dengan 170 jiwa di dalamnya.. Umumnya rumah rusak karena atap dan dinding karena dihantam angin. Untuk mereka ini, pemerintah segera akan memberikan bantuan tanggap darurat berupa bahan bangunan rumah (BBR), yakni seng dan paku. Selanjutnya Sekretaris BPBD Manggarai, Siprianus Jamun mengatakan, tanggap darurat merupakan prosedur tetap untuk menangani masalah bencana alam. Hal itu dilakukan Pemkab Manggarai dalam menangani bencana alam tahun 2010 ini. Hanya bantuan tanggap darurat berupa BBR itu sekarang ini belum diberikan karena masih dalam proses. “Kita sedang proses. Kita akan segera berikan itu karena itu penanganan darurat. Kita inginkan bantuan itu segera diberikan kepada para korban bencana tersebut. Untuk sarana umum seperti selokan air sawah, bantuan berupa pipa paralon dan semen. Sekarang ini juga segera diproses dan keinginannya segera diberikan. Ini penting agar aliran air ke sawah-sawah tak mengalami masalah dalam waktu yang lama,” katanya. Ia tambahkan, laporan bencana alam tersebut telah disampaikan secara rinci kepada Bupati dan selanjutnya diterukan ke Gubernur. |




