| Mulai 2010, Akpol Hanya Terima Lulusan SMU |
|
|
|
| Ditulis oleh Hans | |
| Thursday, 10 December 2009 19:07 | |
|
Semarang, NTT Online - Polri terus berupaya membenahi sistem pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol). Salah satunya, mulai tahun 2010 Akpol tak lagi menerima lulusan perguruan tinggi atau sarjana (S1). "Akpol hanya menerima lulusan SMU. Ini salah satu cara mengatasi kesenjangan usia yang implikasinya ke masa pensiun," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna usai mengikuti Upacara Penutupan Pendidikan 2009 di Lapangan Bhayangkara, Kompleks Akpol Semarang, Kamis (10/12/2009). Untuk sarjana diterima akan diterima di program PPSS (Pendidikan Perwira Sumber Sarjana). Lulusan PPSS bisa melanjutkan ke PTIK. Mengenai materi pendidikan, Nanan mengatakan akan disesuaikan dengan tantangan zaman, mulai dari teknolgi hingga HAM. "Dengan pola baru, kami berharap lulusan Polri tambah berkualitas," katanya. Kapolri Sumpah Lulusan Akpol Tolak Hadiah Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri mewisuda taruna Akpol dan mengambil sumpah perwira polisi. Dia berpesan agar bawahannya menolak hadiah. Upacara bertajuk "Penutupan Pendidikan Akpol 2009" digelar di Lapangan Bhayangkara, Kompleks Akpol Semarang, Jl Sultan Agung, Kamis (10/12/2009). BHD, panggilan akrab kapolri, hadir sebagai inspektur upacara. Sebelum memberikan sambutan, BHD, memimpin pembacaan sumpah dan janji perwira. Para perwira diminta menirukan ucapannya. Salah satu sumpah dan janji berbunyi polisi dilarang menerima hadiah terkait tugasnya. "(Kami) tidak akan menerima hadiah yang terkait tugas," kata BHD yang langsung ditirukan peserta upacara. Sementara, dalam sambutannya, BHD meminta bawahannya bisa beradaptasi dengan cepat di lingkungan barunya. "Kalian harus menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan jujur," katanya. Tahun ini, Akpol mewisuda 399 taruna, terdiri dari 327 dari SMU dan 72 dari perguruan tinggi. Selain wisuda, Akpol melantik kenaikan pangkat 393 taruna, dan mengambil sumpah dan janji 499 taruna yang akan dilantik menjadi perwira Polri. Ciptakan Polisi Bersih Tak Cukup dengan Sumpah Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) disumpah untuk tidak menerima hadiah terkait tugas. Langkah ini dinilai sebagai awal positif untuk menciptakan polisi bersih. Memberi sanksi tegas bagi yang melanggar jauh lebih penting. "Banyak sumpah sekarang ini, jadi tidak cukup sumpah saja. Kalau hanya sumpah saja tidak ada artinya, yang penting sanksi tegas bagi yang melanggar, kalau perlu sampai dipecat," jelas pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar melalui telepon, Kamis (10/12/2009). Komitmen anggota kepolisian lulusan Akpol juga patut dilihat, apakah kemudian mereka bisa mengikuti proses kerja sesuai aturan dan menjalankannya secara benar. Hal ini penting mengingat banyaknya godaan bagi seorang perwira di kepolisian. "Nanti yang penting hukuman tegas jangan pandang kompromi bila melanggar. Jangan hanya pelanggaran yang dilakukan perwira hanya diselesaikan dengan internal saja, ataupun kasus pidana diarahkan ke penyimpangan prosedural," terangnya. Memang untuk itu, diperlukan pemimpin yang tegas. Bagi pimpinan di kepolisian di tingkat wilayah, daerah hingga pusat hendaknya jangan ada rasa sungkan dalam menghukum yang bersalah. "Jangan sampai ada tindakan tegas kemudian merasa takut karena nanti terkena sendiri. Seorang pemimpin yang tegas harus berani memberi hukuman secara tegas kepada anggota yang bersalah," tutupnya. detik.com |




